Nahda Ulmiati
9/12 maret 2008
Engkau adalah anugrah terindah
Yang Tuhan kirimkan ke bumi
Memberikan pancaran kehidupan yang berbeda
Engkau hadir sebagai seorang sahabat
Yang kusayang dan akan kujaga slalu
Tuhan…
Terimakasih ata segalanya
Engkau mempertemukanku dengan seorang sahabat
Sahabat yang pengertian & memahami
Sungguh rasa sayangku padanya tak terhingga
Oh Tuhan…
Ku takut untuk terlalu sayang
Karena ku takut untuk mebencinya
Ku takut untuk membencinya
Karena ku takut untuk menyakitinya
Ku takut untuk menyakitinya
Karena ku takut untuk dia membenciku
Ku takut dia membenciku
Karena ku takut dia jauh dariku
Ku takut dia jauh dariku
Karena sungguh dia sahabat tersayang
Sahabat for now, always, and forever
Aina
Nahda Ulmiati

3 desember 2008
Saat kesendirian tiba
Sahabat akan hadir
Saat kesedihan datang
Sahabat akan menghibur
Saat kesepian datang
Sahabat akan menemani
Sahabat tak pernah alpa
Di saat kita sendiri
Sahabat tak pernah izin
Di saat kita sedih
Sahabat tak pernah sakit
Di saat kita kesepian
Tapi sahabat slalu ada
Tapi sahabat slalu hadir
Tapi sahabat slalu datang
Di saat kita butuh
Di saat kita dalam masalah
Sahabat sejati adalah
Dia yang tak pernah mengeluh
Dia yang tak pernah marah
Dia yang tak pernah bosan
Apabila membantu kita
Dia bagaikan malaikat yang hadir dari kegelapan
Dia bagaikan teman yang ada sepanjang masa
dan untuk slamanya . . . . . .
Aina
Nahda Ulmiati


Persahabatan

.
Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan
Label: 0 komentar | edit post