Nahda Ulmiati
   Kehadiranmu itu anugrah bagiku, berawal dari perhatian kecil yang kau berikan di sebuah acara keluarga di awal bulan agustus sampai susah payah mengobrak-abrik facebook mencari keberadaanku dalam dunia maya. Hingga pada akhirnya kau menemukanku tanpa bantuan siapun kecuali Tuhan dan usahamu. Menunggu konfirmasi pertemananku. dan mulai lah percakapan lucu di dunia maya. Awalnya saya, tak begitu bisa membaca gerak-gerikmu, tak bisa merasakan betapa besar usahamu untuk bisa berinteraksi lebih jauh denganku, tak bisa melihat kegigihanmu menemaniku berceloteh tanpa mempedulikan waktu yang berjalan. kamu tau tidak, baru kamu yang bisa membuatku  merasakan arti sebuah kata menunggu dengan buah kebahagian seperti yang kurasakan sekarang.
   Lucu sungguh lucu, mengingat kembali kejadian-kejadian awal saling mengenal, membuat lelucon konyol melalui handphone dengan selipan beberapa isyarat cinta yang sebenarnya saya dah mengerti dari awal cerita ini. hanya saja saya berusaha agar tidak cepat ke -GRan saja. Takut itu hanya sebuah bayangan semu yang sering kudapatkan dalam dunia nyata yang selama ini saya jalani sebelum bertemu denganmu. Dengan begini saya bisa mengetahui kesungguhan hatimu. Alasan lulus dengan universitas yang sama menjadi topik pertama dalam pembicaraan kita di dunia maya. Dilanjutkan dengan silsilah keluarga yang saya baru tahu dari kamu. Banyak belajar dari seorang anak bungsu dari tiga bersaudara.
   Sampai pada akhirnya saya ingin melihat sampai kapan kamu bertahan dengan tingkahku yang begini. tapi aneh tak berbeda dengan awal bberkenalan denganmu, kamu tetap sama. semakin hari, kita semakin akrab walau hanya dalam dunia maya dan handphone. Pernah saya kecewa padamu dalam dunia maya.tapi itu dulu.  Segera ku tepis mungkin itu rasa khawatir yang berlebihan menurutku. Akhirnya kujalani hari-hariku sebagai mahasiswa bukan sebagai siswi SMA lagi dengan langkah yang masih dibayangi dengan sifat kekanak-kanakanku di waktu SMA. Tiap hariku pasti tidak ilang dari bayangmu, dunia mayaku selalu ada kamu, handphone tanda pesan masuk pasti itu darimu. kamu seperti mengerti akan apa itu kebutuhan waktu sehingga smsmu selalu datang dimalam hari. Saya tidak pernah kesepian selama jauh dari orang tuaku.
    Kadang kuhibur diriku dengan mendengarkan lagu, melakukan aktifitas kampus yang menyibukkan diriku dan pernah berfikir untuk melakukan hal-hal lebih sibuk lagi.
Awal melihatmu di dunia nyata, kamu dengan menggunakan motor kakakmu membawa kan'ku coklat. Saya tidak tau darimana kamu tau saya senang dengan coklat itu katanya sebuah hadiah. ucapanku selalu saja telat "Makasih" menelponmu sebentar hanya untuk mengucapkan kata tersebut. Semua aktifitasku selalu terusik tentangmu, tentangmu di dunia maya dan di handphoneku. Hingga, di akhir bulan november ditahun 2010 menjadi awal dunia nyata kita berdua. Salah tingkah itu yang terjadi diantara kita berdua, kalau hal itu di ulang tak akan indah lagi karena pertamalah yang indah.
    Tahun berikutnya, mungkin kita bisa bertemu pada saat hari ulang tahun masing-masing karena cuma itu alasan kita bertemu. seorang gadis yang baru merasakan apa itu kasih sayang seorang cowok sebenarnya, dan rasa itu tidak ada slahnya sedikitpun karena ternyata rasa itu sama-sama dirasakan. Boneka kesukaanku menjadi alasan kedatanganmuu lagi dalam dunia nyataku. sebagai sebuah kado istimewa darimu. sungguh lucu hal itu terjadi di bulan novmber kembali.
     Akhirnya rasa tak mau kehilangan perhatian antra kita berdua berada pada masa yang tidak mengenakkan. di akhir tahun 2011. Rasa dimana curiga bersatu dengan rasa cemburu yang membara. hingga akhirnya sebuah pengakuan terbesar kamu lontarkan dan ternyata hal tersebut sama dengan apa yang kurasakan selama ini. Tanpa berfikir apa resiko dari pengakuan itu, facebook yang awalnya  menjadi jembatan saling mengenal menjadi saksi ikatan dua insan manusia yang ingin lebih saling mengenal lebih jauh lagi.


0 Responses

Posting Komentar