yang senantiasa ada untukku
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Mamaku tercinta dan paling aku sayangi, sebelumnya aku kepengen mengucapkan beribu-ribu terima kasih telah melahirkanku di dunia ini, sehingga aku bisa melihat maha besar ciptaan Tuhan akan kuasanya menciptakan segala isi bumi ini. Sembilan bulan lamanya engkau menjagaku dalam kandunganmu dan tak letih-letihnya engkau membawaku kemanapun kau berada. Saat melahirkan aku ke dunia ini, engkau rela dan pasrah diri agar aku bisa hidup dan melihat dunia ini.Memberiku kasih sayang dan cinta yang begitu tulus, semua jasa-jasamu tak bisa sebanding dengan apa yang bisaku berikan untukmu mama.
Sekarang aku telah beranjak dewasa, aku masih ingat sewaktu aku kecil dulu. Ketika engkau mengajarkan aku berjalan, berhitung dan membaca, padahal aku tahu engkau pasti letih seharian mengerjakan pekerjaan rumah begitu banyak terlebih lagi harus membantu ayah bekerja. Sungguh aku sangat bangga mempunyai seseorang sepertimu mama. Walaupun semanjak kehadiran adikku, engkau selalu menitipkan aku kepada nenek karena mungkin tak sanggup menjaga kami berdua.
Belum genap umurku 4 tahun, nenek telah tiada. Sehingga aku kembali merasakan kasih sayang darimu mama. Setiap malam, setelah selesai akan pekerjaan rumah dan membantu ayah, engkau menyempatkan waktu untuk mengajarkan aku bernyanyi dan, karokean bersama karena engkau tahu betapa lincahnya aku berbicara sewaktu kecil. Lagu yang sering engkau putar masih aku ingat, potongan baitnya pun masih jelas tersimpan di otakku “Bila kau rindu baliklah bantalmu, biar di dalam mimpi kita akan bertemu” penyanyinya pun aku masih ingat ma’.
Ketika beranjak remaja, engkau selalu berkata padaku “Belajarlah untuk bisa menjadi anak yang mandiri, jangan selalu bersikap manja walaupun engkau satu-satunya anak perempuanku”. Iya, kan ma’ itu yang pernah engkau katakan padaku? Semenjak itu aku belajar untuk melakukan semua hal seperti yang engkau kehendaki dan aku pun bertujuan membahagiakan ayah terutama engkau mama.
Maafkan anakmu ini mama, yang pernah membuatmu sedih akan tingkahnya semasa SMA dulu. Mungkin karena aku terlalu diberi kebebasan untuk bergaul dengan teman-temanku di luar rumah sehingga aku lupa akan kewajibanku sebagai anak. Sampai-sampai engkau pernah menuliskan surat untukku agar aku berubah dan menjadi anak yang selalu berada di rumah. Surat itu engkau taruh di atas meja belajarku. Engkau tahu ma’ aku sangat menyayangimu, sewaktu aku membaca surat darimu tak hentinya air mataku menetes. Sebenarnya aku juga kepengen jadi anak seperti yang engkau mau, tapi saya merasa tak disayangi lagi semenjak engkau sibuk membantu ayah dengan pekerjaan yang mulai maju ditambah lagi aku selalu dibandingkan dengan adikku.
Semenjak aku telah membaca surat darimu mama, aku sadar bahwa semua yang engkau lakukan. Mulai dari sibuknya engkau membantu pekerjaan ayah yang mulai maju hingga kesibukan mengurus pekerjaan rumah yang membuat engkau lupa akan aku. Itu semua engkau lakukan demi kebaikan aku dan juga adik-adikku. Sungguh bodohnya aku telah membuat seseorang yang begitu sayang padaku menjadi sedih. Sekali lagi, maafkan aku mama.
Sejak aku kecil hingga aku seperti ini, engkau senantiasa mendengarku bercerita akan pengalaman-pengalamanku dimulai dari teman-teman yang selalu menjahiliku, masalah persahabatanku dengan sahabat-sahabat terdekatku hingga orang yang yang aku sukai. Engkau tidak hanya menjadi sosok seorang mama yang patut aku banggakan dan teladani, tapi engkau juga sosok sahabat untuk berbagi cerita, dan memberiku solusi dalam masalah yang aku hadapi. Sekarang aku telah terpisah jarak yang cukup jauh darimu mama. Karena harus melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi di Makassar, hanya lewat telpon dan sms aku bisa memberi kabar akan diriku. Mama, aku menginginkan engkau selalu ada disampingku. Jujur sebagai anak sulung dan satu-satunya anak perempuanmu, aku masih tak bisa hidup tanpamu. Aku masih membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang darimu.
Sebelum aku ke Makassar, engkau sempat berkata padaku “Hanya sebuah kepercayaan yang aku berikan padamu, jangan sia-siakan kepercayaan ini. Buatlah bangga aku dan ayahmu di kampung dengan prestasi-prestasimu di bangku kuliah” kata-kata itu masih terngiang di telingaku dan tak akan kulupakan. Betapa bahagianya aku mempunyai seorang mama sepertimu, yang selalu menyayangiku. Aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaanmu itu mama. Engkau juga sempat berkata padaku, “Doa mama selalu menyertai langkahmu nak”. Sejuknya hatiku, setiap mengingat perkataanmu. Mendengar suaramu walau hanya ditelpon saja dan balasan sms darimu mengobati rasa rinduku padamu.
Di hari Ibu ini, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu mama. Semua yang engkau lakukan tak meminta balas kasih sedikitpun, dalam benakmu hanyalah keberhasilanku. Engkau bagaikan penyejuk hatiku dikala aku sedih dan gelisah akan masalah-masalah yang kuhadapi. Engkau suri teladan yang begitu sempurna dimataku. Cinta dan kasih sayang yang engkau berikan tak bisa kubayar dengan apa-apa, karena semua yang kulakukan tak akan sebanding dengan apa yang engkau lakukan demi aku.
Terima kasih atas semua yang engkau lakukan untukku mama, sungguh aku menyayangimu mama..
Mamaku tercinta dan paling aku sayangi, sebelumnya aku kepengen mengucapkan beribu-ribu terima kasih telah melahirkanku di dunia ini, sehingga aku bisa melihat maha besar ciptaan Tuhan akan kuasanya menciptakan segala isi bumi ini. Sembilan bulan lamanya engkau menjagaku dalam kandunganmu dan tak letih-letihnya engkau membawaku kemanapun kau berada. Saat melahirkan aku ke dunia ini, engkau rela dan pasrah diri agar aku bisa hidup dan melihat dunia ini.Memberiku kasih sayang dan cinta yang begitu tulus, semua jasa-jasamu tak bisa sebanding dengan apa yang bisaku berikan untukmu mama.
Sekarang aku telah beranjak dewasa, aku masih ingat sewaktu aku kecil dulu. Ketika engkau mengajarkan aku berjalan, berhitung dan membaca, padahal aku tahu engkau pasti letih seharian mengerjakan pekerjaan rumah begitu banyak terlebih lagi harus membantu ayah bekerja. Sungguh aku sangat bangga mempunyai seseorang sepertimu mama. Walaupun semanjak kehadiran adikku, engkau selalu menitipkan aku kepada nenek karena mungkin tak sanggup menjaga kami berdua.
Belum genap umurku 4 tahun, nenek telah tiada. Sehingga aku kembali merasakan kasih sayang darimu mama. Setiap malam, setelah selesai akan pekerjaan rumah dan membantu ayah, engkau menyempatkan waktu untuk mengajarkan aku bernyanyi dan, karokean bersama karena engkau tahu betapa lincahnya aku berbicara sewaktu kecil. Lagu yang sering engkau putar masih aku ingat, potongan baitnya pun masih jelas tersimpan di otakku “Bila kau rindu baliklah bantalmu, biar di dalam mimpi kita akan bertemu” penyanyinya pun aku masih ingat ma’.
Ketika beranjak remaja, engkau selalu berkata padaku “Belajarlah untuk bisa menjadi anak yang mandiri, jangan selalu bersikap manja walaupun engkau satu-satunya anak perempuanku”. Iya, kan ma’ itu yang pernah engkau katakan padaku? Semenjak itu aku belajar untuk melakukan semua hal seperti yang engkau kehendaki dan aku pun bertujuan membahagiakan ayah terutama engkau mama.
Maafkan anakmu ini mama, yang pernah membuatmu sedih akan tingkahnya semasa SMA dulu. Mungkin karena aku terlalu diberi kebebasan untuk bergaul dengan teman-temanku di luar rumah sehingga aku lupa akan kewajibanku sebagai anak. Sampai-sampai engkau pernah menuliskan surat untukku agar aku berubah dan menjadi anak yang selalu berada di rumah. Surat itu engkau taruh di atas meja belajarku. Engkau tahu ma’ aku sangat menyayangimu, sewaktu aku membaca surat darimu tak hentinya air mataku menetes. Sebenarnya aku juga kepengen jadi anak seperti yang engkau mau, tapi saya merasa tak disayangi lagi semenjak engkau sibuk membantu ayah dengan pekerjaan yang mulai maju ditambah lagi aku selalu dibandingkan dengan adikku.
Semenjak aku telah membaca surat darimu mama, aku sadar bahwa semua yang engkau lakukan. Mulai dari sibuknya engkau membantu pekerjaan ayah yang mulai maju hingga kesibukan mengurus pekerjaan rumah yang membuat engkau lupa akan aku. Itu semua engkau lakukan demi kebaikan aku dan juga adik-adikku. Sungguh bodohnya aku telah membuat seseorang yang begitu sayang padaku menjadi sedih. Sekali lagi, maafkan aku mama.
Sejak aku kecil hingga aku seperti ini, engkau senantiasa mendengarku bercerita akan pengalaman-pengalamanku dimulai dari teman-teman yang selalu menjahiliku, masalah persahabatanku dengan sahabat-sahabat terdekatku hingga orang yang yang aku sukai. Engkau tidak hanya menjadi sosok seorang mama yang patut aku banggakan dan teladani, tapi engkau juga sosok sahabat untuk berbagi cerita, dan memberiku solusi dalam masalah yang aku hadapi. Sekarang aku telah terpisah jarak yang cukup jauh darimu mama. Karena harus melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi di Makassar, hanya lewat telpon dan sms aku bisa memberi kabar akan diriku. Mama, aku menginginkan engkau selalu ada disampingku. Jujur sebagai anak sulung dan satu-satunya anak perempuanmu, aku masih tak bisa hidup tanpamu. Aku masih membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang darimu.
Sebelum aku ke Makassar, engkau sempat berkata padaku “Hanya sebuah kepercayaan yang aku berikan padamu, jangan sia-siakan kepercayaan ini. Buatlah bangga aku dan ayahmu di kampung dengan prestasi-prestasimu di bangku kuliah” kata-kata itu masih terngiang di telingaku dan tak akan kulupakan. Betapa bahagianya aku mempunyai seorang mama sepertimu, yang selalu menyayangiku. Aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaanmu itu mama. Engkau juga sempat berkata padaku, “Doa mama selalu menyertai langkahmu nak”. Sejuknya hatiku, setiap mengingat perkataanmu. Mendengar suaramu walau hanya ditelpon saja dan balasan sms darimu mengobati rasa rinduku padamu.
Di hari Ibu ini, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu mama. Semua yang engkau lakukan tak meminta balas kasih sedikitpun, dalam benakmu hanyalah keberhasilanku. Engkau bagaikan penyejuk hatiku dikala aku sedih dan gelisah akan masalah-masalah yang kuhadapi. Engkau suri teladan yang begitu sempurna dimataku. Cinta dan kasih sayang yang engkau berikan tak bisa kubayar dengan apa-apa, karena semua yang kulakukan tak akan sebanding dengan apa yang engkau lakukan demi aku.
Terima kasih atas semua yang engkau lakukan untukku mama, sungguh aku menyayangimu mama..
Wassalam,
Dari
anakmu tersayang
Dari
anakmu tersayang


Posting Komentar